Skip to content

Kalau Boleh Dianggap Cermin Kedua : Desain

20 Agustus 2008
Apa jadinya, jika dua cermin dihadapkan satu sama lain? Ya, tentu akan menghasilkan bayangan sebanyak “tak hingga”. Itulah harapan kita, menghadapkan cermin pertama (posting yang telah lalu) pada tulisan kali ini yang kita akan anggap sebagai cermin kedua. Supaya apa?, supaya kemudian akan mencipta imajinasi sebesar “tak hingga”, utamanya dalam perkara desain layout blog.

Lagi-lagi sebagai pengingat. Prosentase hasil survey dibawah adalah hasil survey Smashingmagazine.com -yang sayangnya saat ini, blog tersebut sedang tidak bisa diakses, entah apa sebabnya. Paralel dengan ulasan Smashing Magazine, tulisan ini juga merupakan bagian kedua dari rangkuman survei terhadap 50 technorati top blog. Maka dari itu, kembali saya ingatkan, bahwa rentetan angka-angka prosentase di bawah, sama sekali bukanlah merujuk pada garis-garis besar efisiensi layout sebuah blog. Tapi lebih kepada tinjauan statistik semata, bagaimana seorang penulis atau desainer blog (yang ‘dianggap’ popular oleh technorati) mengemas desain layout blognya.

Tidak perlu mempersulit diri dengan bersusah payah “menyamakan diri” dengan mereka. Anggap saja selera kita dan mereka berbeda. Itu saja. Akan tetapi alangkah baiknya jika datang seorang kawan ke ‘rumah’ kita, hidangkan apa yang terbaik yang kita miliki. Semoga membantu kawan-kawan meramu ‘hidangan terbaik’. Tapi selalu dan selalu saya ingin hendaknya kawan-kawan bersabar, karena “belajar tidak pernah mudah”. Posting yang lalu terbilang panjang, maka posting kali ini… akan lebih panjang. Semoga bersabar.๐Ÿ™‚

Setelah pada pembicaraan yang telah lalu kita berbicara seputar Layout dan Tipografi sebuah desain blog. Maka kali ini kita akan melanjutkan pada pokok berikutnya yaitu Struktur, Penempatan Iklan, dan Fungsionalitas sebuah desain.

3. Struktur
Seperti halnya sebuah bangunan, tentu kita tidak akan semena-mena menjadikan langit-langit rumah sebagai lantai, atau menjadikan Garasi sebagai kamar mandi. Lebih kepada susunan arsitektural.

3.1. Letak menu navigasi
Seperti yang tertulis di smasingmagazine.com, memang benar adanya bahwa beberapa tahun yang lalu, seperti ada semacam peraturan tak tertulis dari banyar desainer situs yang meletak menu navigasi situsnya di bagian kiri layoutnya. Ternyata yang terjadi saat ini adalah seperti ini.

  • 58% meletakkan menu navigasi (vertikal) di bagian kanan layout,
    (Scobleizer, TPM, CrunchGear, Neatorama, Google Blog, DailyKos, Engadget),
  • 52% meletakkan menu navigasi (horizontal) di bagian atas layout,
    (A List Apart, Google Blogoscoped, Dooce, GigaOM, TreeHugger, Smashing Magazine, Mashable, ReadWriteWeb, Ars Technica, TechCrunch, Huffington Post),
  • 12% meletakkan menu navigasi (vertikal) di bagian sebelah kiri layout.

Mungkin ini salah satu contoh penempatan, dan desain yang cukup baik-setidaknya menurut saya. Selain cukup besar ukuran “TAB”nya, penggunaan warna (saat mouse hover diatas tab tersebut) yang kontras dengan warna sekitar, akan menarik mata. Tidak setuju dengan saya?, dipersilahkan, tapi sambangi dulu blog kang jaloe, baru kemudian kawan-kawan boleh menilai.๐Ÿ™‚

Bagaimanapun juga, yang jadi nilai utama (bagi saya) adalah kemudahan pembaca menjangkau menu tersebut. Saya kira inilah yang terpenting. Sebagai contoh buruk adalah Blog saya ini. Sampai saat ini juga masih saya pikirkan bagaimana solusi terbaiknya. Ada yang mau membantu? :p

3.2. Jumlah posting pada halaman utama
Mungkin langsung saja, karena sangat mudah dimengerti. Tapi sebagai tambahan supaya diingat, bahwa “semakin banyak jumlah posting pada halaman utama, akan semakin memperlama waktu loading halaman situs/blog kita”.

  • 28% 14 – 18 posting pada halaman utama
    (Tuaw, Slashfilm, Gizmodo, TMZ, Lifehacker, ArsTechnica),
  • 26% 10 – 12 posting pada halaman utama
    (ProBlogger, TechCrunch, Dooce, ReadWriteWeb, CrunchGear),
  • 14% 20-26 posting pada halaman utama
    (ValleyWag, Seth Godin, Search Engine Land),
  • 10% 2 – 6 posting pada halaman utama
    (A List Apart, Smashing Magazine, CopyBlogger),
  • 10% 27 – 35 posting pada halaman utama
    (Kottke, Boing Boing, ThinkProgress, Neatorama),
  • 8% 7 – 9 posting pada halaman utama
    (GigaOM, Mashable, TreeHugger),
  • 2% 36+ posting pada halaman utama
    (Andre Sullivan, 50 posts).

Cukup.. janggal karena pernah pula saya coba mengeluarkan 15 posting di halaman utama dan hasilnya, seperti menunggu bis damri yang kesulitan keluar dari terminal. Tapi mungkin, yang patut digaris bawahi adalah, pertimbangan atas kemampuan loading server. Permasalahannya, untuk Blog yang cuma “membonceng” server Google, saya rasa keterbatasan itu bisa disikapi dengan tidak terlalu banyak menjejalkan posting yang terlalu banyak di halaman utama. Tentu tidak seluruh isi tulisan yang ditampilkan, melainkan excerpt atau abstraksi saja, yang jika menggunakan blogger, maka penggunaan “readmore” bisa menjadi alternatif yang baik.

3.3. Widget “related post” atau “popular post”
Sejauh saya bisa menilai, untuk blogger di Indonesia, malah kebanyakan memasang keduanya, baik Widget Related post maupun Popular post. Ya, saya juga sadari bahwa keduanya sama-sama membantu pembaca menemukan tulisan lain. Hasil yang diperoleh survei juga cukup berimbang “pendukungnya” karena memang sekali lagi, keduanya sama pentingnya.

  • 54% dari top blog menampilkan “Related Post” (GigaOM, CopyBlogger, ProBlogger, ReadWriteWeb, Mashable, Engadget, TreeHugger), Sisanya tidak menampilkan widget ini (Dooce, TechCrunch, BoingBoing).
  • 48% top blog menampilkan “Popular Posts”. (Zen Habits, CopyBlogger, DailyKos, Mashable, ReadWriteWeb, Smashing Magazine and Huffington Post).
  • Selain itu juga ada hasil lain yang didapati yaitu hanya 16% top blog yang memasang “Most Recent Comments” (ReadWriteWeb, BoingBoing, TreeHugger, TMZ, Tuaw).

3.4. Isi Footer pada Blog
Saya tidak melihat dominasi isi tertentu untuk footer pada top blog ini. Memang pada umumnya footer adalah tempat untuk meletakkan Informasi yang lebih bersifat “administratif” semacam ‘credits’, alamat e-mail dan sebagainya. Tapi sebenarnya masih cukup besar opsi yang diberikan footer, cukup banyak yang bisa kita letakkan disana. Sebagai bahan pertimbangan saya bawakan apa yang bisa kita dapati di blog mas fatih ini. Footer yang sarat informasi tentunya akan menjadi nilai tambah. Selain itu juga akan menjadi bagian dari desain blog secara keseluruhan.

  • Copyright, legal, privacy, terms of service, terms of use (90%),
  • link menuju halaman โ€œabout usโ€ atau “about me” (40%)
    (GigaOM, TMZ, ProBlogger, ReadWriteWeb, Ars Technica),
  • link menuju halaman advertising (38%)
    (Slashfilm, Dooce, GigaOM, ReadWriteWeb, Gizmodo).
  • link menuju informasi “contact-perosn” (30%)
    (Kottke, GigaOM, ReadWriteWeb, ProBlogger),
  • link untuk RSS-feeds blog tersebut, atau blog lain yang berhubungan (22%)
    (Slashfilm, Ars Technica, BoingBoing),

4. Penempatan Iklan
Saya kira ini yang patut jadi perhatian. Karena bagaimanapun, kita semua sering tersadarkan bahwa “Iklan lebih sering mengganggu ketimbang mendukung desain, karena kita memang tdak bisa berbuat banyak terhadap isi iklan tersebut”. Tapi berhubung membuat blog manjadi lahan bisnis, tidak lagi dapat terbendung, maka sekiranya akan sangat baik jika kita pun memperhatikan peletakkannya. Atau setidaknya mengatur sedemikian rupa yang malah akan membuat pembaca kita semakin tertarik untuk melirik bahkan mendatangi iklan yang kita suguhkan.

4.1. Jumlah iklan per halaman

  • rata-rata 5,84 blok iklan untuk halaman utama
    (Mashable has most ads (20), TechCrunch wins the second place (15)),
  • rata-rata 5,96 blok iklan pada halaman artikel,
  • 68% blog menggunakan layanan Google AdSense
    (Kecuali : Kottke, Scoble, Joystiq, Tuaw, CopyBlogger, Valleywag, GigaOM),

Jumlah blok iklan pada halaman utama dan halaman artikel mendekati nilai yang sama. Hal ini sering terjadi mengingat kebanyakan Blogger atau web desainer harus menempatkan iklan berbentuk teks pada bagian isi posting juga. Berapapun itu, semua tergantung kawan-kawan. Jumlah iklan yang banyak per halaman tidak menjamin bisnis iklan kawan-kawan berjalan baik. Mungkin saja, tapi tidak selalu. Terlalu banyak iklan hanya akan membuat pembaca blog kita enggan singgah.

Sama halnya ketika dulu saya sering mengantar ibu saya ke pasar, atau supermarket misalnya. Akan sangat mengesalkan, jika harus menghadapi penjual yang terlalu ngotot menawarkan dagangannya. Saya sadar memang itu pekerjaannya. Tapi saya selalu teringat dulu ketika kakak saya sempat bekerja sebagai sales, ibu saya menitipkan sebuah pesan kepadanya “Berusaha semampunya dan sewajarnya saja ya, Rezeki sudah ada yang mengatur.” Ada atau tidaknya korelasi cerita saya dan bisnis iklan kawan-kawan, rasanya saya kembalikan pada kawan-kawan saja.๐Ÿ™‚

4.2. Apakah iklan juga terdapat pada area isi tulisan?
Tujuannya, tentu sudah kawan-kawan mengerti. Terutama yang juga meletakkan iklan didalam area tulisannya.Hanya saran saya, pastikan konsentrasi pembaca tidak terganggu akibat iklan terebut. Itu pun jika saran saya diterima. Jika pun tidak, tidak apa-apa.

  • 76% tidak menempatkan iklan di dalam (tengah) artikel (tapi pada bagian sebelum atau sesudah area artikel, lihat hasil setelah ini)
    (Dooce, A List Apart, ReadWriteWeb, Mashable, TechCrunch, BoingBoing),
  • 44% menempatkan iklan dibawah artikel dan diatas kolom komentar
    (ProBlogger, Zen Habits, Engadget, Smashing Magazine, Tuaw, CopyBlogger, GigaOM),
  • 18% menempatkan iklan di dalam (tengah) artikel
    (Huffington Post, Yanko, PerezHilton, Slashfilm, Search Engine Land),
  • 6% menempatkan iklan tepat dibawah headline, sebelum area artikel
    (Smashing Magazine, Neatorama, Yanko),

4.3. Letak iklan pada layout
Tentu untuk permasalahan letak iklan, sangat bergantung pada desain layout secara keseluruhan pada templates yang kawan-kawan gunakan. Jika memandang efisiensi, maka mungkin cara tebaik adalah dengan menempatkan iklan tersebar di tiap bagian. Tapi karena kita sedang bicara pada konteks desain, maka hasilnya bisa jadi berbeda. Supaya tidak terlalu lebar lingkup pembicaraan, maka survei yang dilakukan oleh smashing.com ini hanya membagi penempatan iklan secara global saja.

  • terdapat iklan di bagian sebelah kanan layout (88%)
    (GigaOM, CopyBlogger, Engadget, TechCrunch, Smashing Magazine),
  • terdapat iklan di bagian atas layout (42%),
    (Gizmodo, Talking Points Memo, Autoblog, TreeHugger, TMZ, PerezHilton),
  • terdapat iklan di bagian kiri layout (34%)
    (Lifehacker, Mashable, Gizmodo),
  • terdapat iklan di bagian bawah layout (24%),
    (Andrew Sulivan, Tuaw, Wired).
  • Tanpa iklan (8%),
    (Google Blog, Think Progress, Seth Godin).

Mungkin bisa diambil sebagai contoh adalah blog bang hakim yang menempatkan Luna Maya Iklan di bagian kanan layout blognya.

Kreatifitas kawan-kawan akan sangat diuji jika memang kita mengijinkan iklan berada di dalam blog kita. Bagaimanapun sudah sangat dimengerti bahwa memang sebagian besar dari pemilik blog saat ini, juga me-monetize blognya. Permasalahan teknis lain mungkin akan lebih baik jika kawan-kawan belajar pada seseorang yang memang sudah punya banyak pengalaman pada persoalan ini.

5. Fungsionalitas
Tentu dari empat poin yang sudah kita bicarakan, semuanya harus mengacu pada poin terakhir ini. Apakah kesemuanya membawa kita pada ujung yang berfungsi? Jika tidak, maka mungkin jalan lain yang harus ditempuh.

Sewajarnya sebuah blog, maka yang kita bicarakan tidak jauh dari penggunaan social button, RSS-Feed Button, Tag Cloud, Pagination atau Search Box. Untuk poin terakhir ini, akan langsung saya hamparkan hasil surveynya.

5.1. Social Button

  • 54% top blog menempatkannya di bawah posting
    (GigaOM, ProBlogger, Mashable, Ars Technica, BoingBoing, ReadWriteWeb),
  • 38% tidak menggunakan social button
    (Dooce, Google Blogoscoped, Scobleizer, Political Ticker),
  • 8% menempatkannya di atas posting
    (Smashing Magazine, TreeHugger, The Huffington Post).

Salah satu penempatan yang cukup apik ditunjukkan oleh Abi di blognya, Abibakarblog.com.

Memang terdapat beberapa yang menggabungkan atau meringkas seluruh layanan social-bookmarking menjadi satu dalam sebuah button, seperti Addthis. Akan tetapi, justru terkadang, dengan menampilkan langsung Ikon masing-masing layanan tersebut malah akan memberi sebuah aksen khusus dan unik.

5.2. RSS Button : Posisi dan Tampilan Visual
Adalah biasa ketika kita menemui RSS-Button yang diletakkan di bagian ‘Header’ Blog.

  • 38% dari top blog menampilkan RSS-button di bagian ‘header’,
  • 28% meletakkannya di bagian atas sidebar.
  • 8% di bagian tengah sidebar,
  • 14% di bagian bawah sidebar,
  • 8% di bagian footer. Akan tetapi dari 8 % ini, kebanyakan RSS-Button di bagian footer-nya, hanya sebagai RSS-Button sekunder saja.

Bicara desain, maka tidak akan habis dalam satu malam saya kira. Banyak desain yang tersedia dan mungkin bebas digunakan juga, Ambil yang kawan-kawan suka dan sekiranya cocok dengan tema blog.

5.3. Tag Cloud
Salah satu yang sudah tidak asing lagi. Tapi cukup mengherankan.

  • 90% dari top blog tidak menggunakan Tag Cloud. Melainkan hanya menampilkan menu navigasi biasa.

5.4. Pagination
Inilah yang membagi halaman menjadi multi-page. Contoh paling sering kita temui ada pada search engine Google. Di bagian bawah akan kita temui angka 1 – seterusnya, yang mewakili halaman yang siap ditampilkan. Tapi lagi-lagi, ternyata :

  • Hanya 22% dari top blog yang menggunakan ‘pagination’
    (among them are Dooce, GigaOM, Mashable, ReadWriteWeb).
  • 60% top blog menggunakan navigasi biasa seperti “Next” dan “Previous” saja, bukan dengan ‘pagination’. Yah, setidaknya khusus untuk hal ini, layout standar blogger sudah menyediakannya. :p

5.5. Letak Search-Box

  • 62% dari top blogs menempatkan search-box di bagian atas kanan layout. 58% dari mereka menempatkannya di bagaian header, sisanya adalah di bagian atas sidebar.
  • 16% diletakkan dibagian tengah sidebar

5.6. Letak Link Menuju Halaman ‘Kontak’
Agak kurang diperhatikan, karena mungkin sedikit terlindas oleh “ShoutBox” yang sekarang lebih banyak diminati (Sepengetahuan saya). Padahal, sekiranya meninggalkan pesan “personal” sering dilakukan. Mungkin menyediakan halaman kontak tersendiri akan terasa gunanya.

  • 52% menempatkan link ini di sidebar
    (Engadget, TMZ, DailyKos, Smashing Magazine),
  • 40% menempatkannya di Header
    (A List Apart, Dooce, CopyBlogger, ProBlogger, Ars Technica, Tech Crunch),
  • 30% menempatkannya di Footer
    (ReadWriteWeb, ProBlogger, Mashable, TMZ),
  • 4% diantaranya meletakkan link ini di halaman “About Us” atau “About Me”
    (TreeHugger).

5.7. Standard-Conform kah?
Mungkin inilah yang dinamakan happy ending. Bagaimana tidak. Lihat saja hasil yang didapat.

  • 96% top blog TIDAK standard-conform,
  • 8% terdapat 500 error,
    (Ben Smithโ€™s Blog, Neatorama, Search Engine Land),
  • 28% terdapat 200 – 499 error,
    (BoingBoing, ProBlogger, Google Blog, Engadget),
  • 24% terdapat 100 – 199 error,
    (TreeHugger, Mashable, ReadWriteWeb, Gigazine, TUAW),
  • 22% terdapat 50 – 99 error,
    (TechCrunch, CopyBlogger, Dooce, Ars Technica, Lifehacker),
  • 10% terdapat 1 – 49 error,
    (Kottke, GigaOM, AutoBlog, Google Blogoscoped),
  • 4% terdapat 0 error.

Jadi, bisa disimpulkan dari 50 technorati top blog, hanya 2 blog saja yang tidak terdapat error pada badan programnya. Mungkin inilah satu2nya kesamaan blog saya ini. :p

Sebab utamanya adalah.. Ya IKLAN. Seringkali penyedia jasa layanan iklan tidak mempergunakan Syntax yang “valid”. Tapi sebagai contoh, tidak perlulah terlalu jauh ke penyedia layanan iklan. Blogger sendiri pun, masih mengijinkan syntax <b> digunakan untuk mempertebal font (pada kolom komentar misalnya) padahal kitapun tahu bahwa syntax tersebut tidak XHTML Valid, Yang valid adalah <strong>

Ah, Aya-aya wae.

Yup, selesai sudah. Bagi yang ingin bercermin dipersilahkan. Terimakasih sudah berkenan berada disini. Jika memang benar-benar membaca tulisan ini, mungkin pada titik ini kawan-kawan merasa lelah. Maka (lagi), pejamkan mata selama 2 menit untuk sekedar melepas lelah sejenak. Dan, selamat melanjutkan aktifitas kawan-kawan.

45 Komentar leave one →
  1. tyas permalink
    20 Agustus 2008 11:27 pm

    pertamaaaaxxx..
    weeek..
    bebas komen..

  2. tyas permalink
    20 Agustus 2008 11:39 pm

    sudah cek n ricek… blogku lulus kok…

  3. JoVie permalink
    20 Agustus 2008 11:39 pm

    keduaaxxxx…
    bebas koment juga..W!!

  4. Oeoes permalink
    20 Agustus 2008 11:50 pm

    ketiaxxx ups kurang g-nya
    bebas komen juga nggak ya…?
    *salahne aku telat komennya disini*
    hore aku biasanya pake strong

  5. gepenk permalink
    20 Agustus 2008 11:52 pm

    mmmmm….
    mo komen apa yaa???
    bngung e tos..
    sing jls,bodo hrs pulang
    nraktir tmn2
    ga ketang sego kucing pak totok
    ok??

  6. blogspot permalink
    21 Agustus 2008 12:24 am

    waaah sip.. sperti judulnya, memang ini bisa sy jadikan cermin untuk membuat blog ke depannya..

    ” maklum orang otodidak mengandalkan felling trial and error hikssss “.

    dan setidaknya sy teu geer sorangan…hihihihi.. tapi lumayan promosi gratis.. nuhun ah kang.. mesti di tambahan deui cikopai na yeuh..

  7. gus permalink
    21 Agustus 2008 12:56 am

    capek ah bercermin. masih banyak jrawat. belum lagi rambutku yang masih gondrong. juga frame kacamata yang lagi patah sebelah kiri. nunggu angkot bandung yng nylonong kerumah ajah. lebih gampang revisinya…hehehe

  8. mochal permalink
    21 Agustus 2008 3:01 am

    menarik juga nih jadi mempertmbangkan mau apa yang di pakai dan acuan untuk menghias template kita. Keep Post bro

  9. I Ketut Riasmaja permalink
    21 Agustus 2008 4:07 am

    Waduh kang… dicermin pertama kemaren saya hanya bisa lihat sedikit bayangan saya… Eeehh.. lha koq yang kedua malah hilang samasekali… ck.ck.ck… jadi minder ne.. Ibarat pepatah.. “percuma dipotret toh hasilnya kebakar juga..” he.he.he..

    *Berarti dah super jelek tuh…*

    Ganti gak ne kang..?

  10. kapanpun permalink
    21 Agustus 2008 6:10 am

    semua informasi yang akang kemukakan membuat blogku pengen bercermin, “menambal sulam kekurangan disana-sini, aku sadar diri bahwa semuanya butuh proses, dan itu yang membuatku pengen belajar” aku baca dari ats sampai bawah dan aya aya wae info nu hebat:) sukses KANG

  11. hakimtea permalink
    21 Agustus 2008 6:14 am

    ooo uji kasus itu ini toh… kirain uji kasus apa… gimana saya lulus nggak mas…?๐Ÿ™‚

  12. sapimoto permalink
    21 Agustus 2008 8:43 am

    Analisanya mantab banget nih, menyeluruh. Harus mulai bercermin nih, sepertinya blog saya masih acak-acakan…

  13. Adieska permalink
    21 Agustus 2008 9:17 am

    Wuih lengkap amir bro… Hebat ah researchnya๐Ÿ˜€

  14. alif permalink
    21 Agustus 2008 11:24 am

    gitu ya peraturannya…..

    gimana ya gubug aku?????

  15. EbleH 182 permalink
    21 Agustus 2008 1:55 pm

    Waduh, aku jadi terharu..
    Tulisan kang firdaus bagus banget. Makasi ya kang.. ILMU BARU NIH……….

  16. Rierie permalink
    21 Agustus 2008 2:08 pm

    bunda rumahnya masih bernatakan..jadi malu baca tulisan diatas…. he.he.

  17. wendra wijaya permalink
    21 Agustus 2008 3:08 pm

    Wah mantap nie infonya..

    Kalo rumah saya gimana mas??? *ini serius*

  18. masciput permalink
    21 Agustus 2008 7:48 pm

    kelihatannya rumit banget

  19. ririn permalink
    21 Agustus 2008 8:30 pm

    huakakaka…. serius ih, panjang.. tapi ga papa sih.. bener2 oke isinya..
    hoho,,,, blog saya cuma bener masalah jumlah postingnya.. aspek2 lain,, header,, footer,,, nol jendol,huahaha,,, jadi malu,hehe

  20. Bayu Aditya permalink
    21 Agustus 2008 10:27 pm

    ini bakal sampe part brp ya?๐Ÿ™‚

  21. Blogger Addicter permalink
    22 Agustus 2008 12:16 am

    wah yang lalu aja manteppp apalagi yang ini nih bro..wah apanya nyang kurang bagus kang..ini sudah teramat bagus bagi saya..ternyata akang ini tidak cepat berpuas diri..hehehe..

  22. Abi Bakar permalink
    22 Agustus 2008 10:21 am

    Berarti kita spendapat nih dalam memilih area tertepat menempatkan social bookmark us

  23. Kristina Dian Safitry permalink
    23 Agustus 2008 8:24 am

    fir aku mampir bentar nengokin rumahmu.

  24. Blogger-Holic permalink
    23 Agustus 2008 8:55 am

    pembahasan yg bagus mas..

  25. enhal permalink
    23 Agustus 2008 3:52 pm

    Cuma mau bilang Nice Artikel Mass…Moga Sukses Selalu

  26. Antown permalink
    23 Agustus 2008 5:52 pm

    bagus, lengkap infonya๐Ÿ™‚

  27. Anang permalink
    23 Agustus 2008 8:37 pm

    kalau blogku gimana?

  28. Mike.... permalink
    23 Agustus 2008 8:51 pm

    wehh..mantap infonya..panjang tp gw baca ampe habis..he..he..nambah2 pengetahuan jg..keren bro..

  29. abbie permalink
    23 Agustus 2008 9:02 pm

    asli. panjang bgt artikelnya.
    comment dulu br baca deh..

  30. Tamrin-Next CEO permalink
    24 Agustus 2008 8:01 am

    hiks hiks gak mengerti T-T

  31. afwan auliyar permalink
    24 Agustus 2008 7:30 pm

    wah…surveynya kenceng amat yak ?!?!

    blog saya sprti apa yak !?!?

  32. Ani permalink
    25 Agustus 2008 2:36 am

    Yup, kita semua memang harus terus belajar bukan? Nice post mas!

  33. Kristina Dian Safitry permalink
    25 Agustus 2008 1:39 pm

    menengook keadaan teman2 bentar

  34. The_Phenomenon permalink
    25 Agustus 2008 4:10 pm

    Uhm…
    Mantafff…
    Hebat survei ente bro…

  35. masenchipz permalink
    25 Agustus 2008 5:32 pm

    pengamatan yang mantab…

  36. Ksatrio Mbojo Ireng permalink
    26 Agustus 2008 4:19 am

    Mirror..mirror on the wall.. blog siapakah yang terbaik sejagat blogsphere ini?๐Ÿ˜€

    Well, sudah pasti nggak ada yang 100% sempurna, as every blogger are learning day by day. However your statistics can be as good as cool reference, though.

    Regards from West Africa, indeed..

  37. firdaus.a permalink
    26 Agustus 2008 4:57 am

    @tyas : WEk juga wis mbak.. he..he., iya deh lulus.. sip markusip
    @JoVie : gak ada ceritanya keduax no comment sis.. he..he..
    @Oeoes : Sipphhh… itu baru my pren.. :p
    @gepenk : lebaran.. wah gmn ya peng.. insyaAllah. ok peng..
    @blogspot : Aseeek.. cikopay plus gorengan mantaph sigana.. :p
    @gus : sama dong gus.. saya juga acak2an nih.. rambut, baju, jalur hidup.. halah..
    @mochal : iya itu main point nya mas mochal.. semoga bermanfaat๐Ÿ™‚
    @I Ketut Riasmaja : gak usah mas.. kadang a[a yang terlihat di cermin juga belum tentu pas dengan apa yang tampak pd kenyataannya kan.. tenang aja, sebagai cermin.. tapi sebatas introspeksi aja, toh tetap bisa jadi kan.. blog mereka aja yang beda selera sama kita..๐Ÿ™‚
    @kapanpun : sukses juga mas pun.. bareng2 kita belajar wokke..
    @hakimtea : he..he.. bang akim aya2 wae.. lulus apa bang? ujian sim?.. kalo desain ya pasti lulus.. kan muantebs itu blognya bang akim, makanya saya jadikan contoh bang.
    @sapimoto : sama-sama ngaca ya mas kita.. he..he..๐Ÿ™‚
    @Adieska : Yang hebat brarti smashing magazine ya.. ck..ck.. heran saya juga. hihi
    @alif : gubug?.. ah gedung bertingkat kok dibilang gubuk, lha apa lagi blog ini.. weleh lebih ancur brarti ah..๐Ÿ™‚
    @Ebleh182 : waduh.. kok terharu mas ebleh.. jangan dong.. saya jadi ikutan terharu nih.. hiks.. hiks..
    @Ririe : jangan malu bun.. sama2 kok, saya juga lagi ngaca nih.. he..he..
    @wendra wijaya : apanya wen?, desain..? sejauh saya lihat sudah mak nyus kok.
    @masciput : waduh, brarti saya nih yang salah, jadi bikin pusing orang aja. :p
    @ririn : tenang rin,, sekedar cermin aja.. siapa tahu berguna.
    @Bayu Aditya : abis kayaknya he..he.. :p
    @Blogger Addicter : hihi.. memang ada dua bro nara.. jadi kayanya harus selesai.. supaya nggak gantung.. dan ini udah kok sementara ini.๐Ÿ™‚
    @Abi Bakar : sepakat bi..
    @Kristina Dian Safitry : boleh mbak dian.. yang enak duduknya.. he..he..
    @Blogger-Holic : sama-sama bro BlogHol..
    @Antown : Makasih mas anton. semoga bermanfaat.
    @Anang : blog.. oke.. bagus itu mah.
    @Mike : Wah.. makasih mike..semoga bermanfaat
    @abbie : Boleh bie..
    @Tamrin-Next-CEO : ngerti ngerti… tapi ya kalau mungkin kesulitan dibaca pelan2 aj tamrin.. semoga ada gunanya.
    @afwan auliyar : Blognya mas afwan?.. bagus kok mas,,๐Ÿ™‚
    @Ani : betul mbak ani.. s=terus bekajar
    @The_Phenomenon : survei dari smashing magazine kok bro.. ini alih bahasa plus ulasan saya pribadi kok,,
    @masenchip : Makasih mas cip.. he..he..

  38. Bayu Aditya permalink
    26 Agustus 2008 11:14 am

    wah abis, jadiin trilogy aja bro. soalnya kalo 2 itu nanggung๐Ÿ˜›

  39. cena permalink
    26 Agustus 2008 2:27 pm

    oi kereeeennnn….
    sep sep….salam kenal yaaa

  40. firdaus.a permalink
    26 Agustus 2008 6:13 pm

    @Ksatrio Mbojo Ireng : maap om, ketinggalan.๐Ÿ™‚ thanks, but this is taken from smashingmagazine.com. And just give a little opinion.
    @Bayu Aditya : he..he.. nanti sama bro bayu aja ya.. he..he.. atau nanti deh, jika memang ada terusannya. :p
    @cena : sep sep juga bro. salam kenal jugaaa..

  41. MFcreation permalink
    27 Agustus 2008 5:25 pm

    Info yang menarik..

  42. firdaus.a permalink
    29 September 2008 4:01 am

    @MFcreation : Thx bro.. sama-sama belajar kita..๐Ÿ™‚

  43. Revarius permalink
    29 September 2008 10:54 am

    aaaah. bener kata si jovie kalao bang firdaus ini tulisannya sangat mendalam dan bener2 informatif yang ini… mantap abis lo survey nya….. ini bisa di jadikan bahan pertimbangan bagi para blogger… salam kenal yaa….

  44. firdaus.a permalink
    5 Oktober 2008 2:18 am

    @Revarius : Salam kenal juga bro… semoga jadi tambah semangat deh..๐Ÿ™‚

  45. Muhammad Yahya permalink
    6 Maret 2009 11:19 pm

    BAGUS BANGET, BISA TAMBAH ILMU NICK
    http://www.senandungarab.blogspot.com/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: