Skip to content

Keamanan vs Kenyamanan (Bagian-1)*

27 Juni 2008

Sekiranya kedua hal ini tidak saling bertentangan, mungkin akan saya usahakan untuk mencoba menulis diatas dua platform blog yang berbeda secara bersamaan. Baik di Blogspot (baca: blogspot.com) maupun WordPress (baca: wordpress.com). sebagai headnote saya katakan bahwa tulisan ini sama sekali tidak menyangkut pembicaraan mengenai penulis di masing-masing platform. Sama sekali bukan usaha memancing komentar berbau provokatif apalagi permasalahan besar bangsa ini.

wordpress

WordPress dengan segala ke-elegan-annya, mampu memikat untuk terus menulis. Hanya saja, harus diakui, rumah wordpress sudah cukup penuh dijejali ide-ide manis dari blogger yang makin hari terus bertambah (saya juga salah satunya). WordPress selalu memukau dengan .. entah apa yang bisa membuatnya seperti itu, yang pasti bagi saya, WordPress seperti sedang menyuguhkan gaun malam yang indah untuk tulisan saya yang tidak terlalu bagus jelek ini. Tapi kemudian Struktur sistem (baca: sistematika) keamanan yang dipersiapkan oleh wordpress untuk menghadapi “angin malam” seperti yang terlalu ketat. Sehingga seperti tidak sengaja, terjadilah kemacetan arus masuk (seperti yang sering terjadi di Bandung, setiap hari sabtu tiba). Lalu lintas yang terlalu padat saat waktu puncak seolah (baca: tidak semua) laju penulisan pun ikut berhenti. Pemakaian kode tambahan (embed code) dari luar situs yang sudah dipercaya oleh WordPress, juga dinisbikan. Sangat bisa dimengerti bila wordpress ber”perilaku” seperti ini. Seperti yang sudah pernah saya katakan pada tulisan yang lalu, bahwa ini semua juga salah kita, salah saya, salah anda, dan semua yang berada di maya. Saya persilahkan anda untuk menyangkal kata “kita” dengan “kita…, lu aja kali, gua sih engga”. Tapi sebelumnya, saya anjurkan untuk online lebih dari setidaknya 1000 jam sebelum menyangkal. Percayalah, bahwa memang “kita” juga ikut bersalah. Kembali pada wordpress, itu yang mungkin bisa saya intip dari tulisan di wordpress. Segala keindahan wordpress, pernah mengganjal teman saya untuk sekedar mencoba meminta tempat untuk meletakkan buah tangannya. Tapi tetap, dengan ketatnya pagar keamanan itu, kawan saya pun akhirnya mundur dari menggempur. Walaupun tetap saja, sebagai sebuah pelajaran saya memaksa diri saya untuk setuju dengan sistem seperti itu.

blogspotBlogspot juga salah satu rel lain yang ikut memuluskan kereta tulisan kawan-kawan, Tidak sedikit dan tidak kalah banyak dari “pendukung” wordpress. Modal besar Google (-kawan2 sering menyebutnya dengan sebutan “mbah”), petuah-petuah bijaknya, menjadikan blogspot tiba-tiba dewasa begitu saja. Dibelakang pagar blogspot, juga berdiri kastil besar Google yang siap menjadi benteng kedua. Semua kebutuhan tamu blogspot, dijamu dengan dukungan penuh Google dari layanan e-mail sampai dengan analisis situs. Semua terhidang manis. Tapi jangan lupa, Blogspot kesulitan menyaring “angin malam” yang tiba-tiba kedinginannya mampu menusuk tulang bahkan jantung bila perlu. Oleh saya hanya beberapa, tapi oleh webmaster sesungguhnya, lebih dari sekali Blogspot kecolongan. Google-pun ikut disalahkan. Tapi dibalik lubang-lubang jeram tadi adalah juga wujud kebebasan blogger di blogspot yang ingin memasukkan apa saja didalam tulisannya. Seakan blogspot bilang “masukkan apa yang kau mau, biar kami urus sisanya”. walaupun, tidak sepenuhnya juga benar-benar di”urus”. Sisa-sisa remahan roti yang kita makan sendiri adalah tanggung kita sendiri pula. Logis, dan harus diterima, meskipun tidak logis tidak selalu harus ditolak. Ke-elegan-an blogspot, hanya terletak pada tulisan, dan bagaimana blogger memberi pakaian untuk tulisannya sendiri. Blogspot punya kadar toleransi yang cukup tinggi. Jadi jelas, semuanya terserah kita.

Keluar dari semua itu, kita (setidaknya saya) harus tetap mengakui bahwa baik blogspot atau wordpress sama-sama menyediakan tempat bagi kita yang ingin menulis diatas kertas maya, dan kita hanya punya satu modal, yaitu keinginan itu sendiri (selain waktu tentunya). Jika ada yang memasukkan biaya akses, maka itu bukan wilayah kerja mereka. Untuk yang suka mencemooh, silahkan cemooh pihak lain.

Pilihan tetap pilihan. Ambil atau tinggalkan. Itu saja. (walau jelas, pilihan tidak pernah mudah).

#PS :

No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: