Skip to content

Sebuah permulaan yang bukan permukaan

7 Juni 2008
tags: ,

Blog ini, dipersiapkan untuk menghadapai arus blogging yang sangat cepat menghantam laju virtualitas yang sekarang sudah memasuki sepuluh tahun pertama. Seperti yang kita sudah maklumi bahwa situs-situs social networking semacam friendster.com [khususnya di Indonesia] menraih tempat teratas di kalangan pengguna internet.

Pemicu larisnya layanan semacam ini adalah sempitnya social networking ini di dunia nyata [non-virtual]. Ditambah lagi dengan kesempatan untuk menjadi anonymous [tak-dikenal] yang semakin membebaskan ke-cirikhas-an manusia modern terutama di bumi kita ini. Padahal sebaliknya, Blog menginginkan sebuah komunitas terbuka yang jauh dari ke-anonymous-an.

Blog menganjurkan sebuah sistem terbuka dan sama sekali tidak tertutup. Seperti misalnya penulisan artikel pada salah satu posting salah seorang blogger, kemudian akan direspon oleh pembacanya dalam waktu yang kurang dari satu jam. Mengingat batas ruang yang diberikan adalah bebas. Hal ini akan semakin menjadikan sebuah blog menharuskan keterbukaan penulis dalam membuka identitas pribadinya. Meskipun menggunakan Identitas di dunia maya masih memiliki kualitas keamanan sekaligus kenyamanan yang rentan.

Tetapi sebagai awal keterbukaan sumber daya, sebagai permulaan yang bukan permukaan, setidaknya kita harus berani meninggalkan jejak yang pantas, setidaknya sebuah nama. Itu sudah sedikitnya mengobati rindu akan murahnya sebuah nilai keterbukaan.

No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: