Skip to content

Complexity as part of your Design

26 Maret 2009
As wikipedia said : In general usage, complexity tends to be used to characterize something with many parts in intricate arrangement. In science there are at this time a number of approaches to characterizing complexity, many of which are reflected in this article. Seth Lloyd of M.I.T. writes that he once gave a presentation which set out 32 definitions of complexity.

Definitions are often tied to the concept of a ‘system’ – a set of parts or elements which have relationships among them differentiated from relationships with other elements outside the relational regime. Many definitions tend to postulate or assume that complexity expresses a condition of numerous elements in a system and numerous forms of relationships among the elements. At the same time, what is complex and what is simple is relative and changes with time.

Baca selengkapnya…

Tidakkah Kamu Perhatikan …

14 Maret 2009
Dengan tidak mengurangi rasa hormat karena melulu berbicara tentang waktu yang seolah tidak pernah bosan saya bicarakan. “Penggemar” keahlian analisa kejiwaan mungkin akan dengan bangga (tapi tetap berusaha serius) berkata bahwa “Ooo.. berarti si penulis ini mengalami kekecewaaan atas waktu hingga selalu mengijinkan dirinya untuk membuka pagar lintas waktu yang telah lalu dengan terus membicarakannya, dengan harapan ia bisa kembali ke masa itu dan mengoreksi apa yang mungkin ia ingin benahi atau bla..bla..bla..” atau mungkin pula jika memang sudah tidak sanggup menebak apa yang sesungguhnya membuat saya begitu tertarik pada ciptaan Tuhan yang satu ini, mereka akan bilang “Ooo… Mungkin si penulis ini adalah orang irlandia.., Jadi maaf.. Freud sekalipun tak mampu berandai-andai atas apa yang terjadi pada kejiwaan mereka.” :)

Sesungguhnya bukan itu yang terjadi. Kalau saja memang memungkinkan, justru bukan masa lalu yang saya incar. Tapi masa lain dimana kita bisa melihat dari ketinggian yang dengan berada di atasnya, perjalanan atas waktu dari masa lalu menuju masa depan (sampai berakhirnya) bisa terlihat jelas. Sudah tersadari bahwa untuk berada di posisi tersebut tidaklah mungkin. Karena apa?, ya tentu saja karena Tuhan sudah mengambil posisi itu. Sebuah posisi mutlak yang jiwa dan raga saya (atas kehendak Tuhan pula) tidak dipersiapkan untuk mampu menahan beban itu. Jadi selain tidak sopan pada Sang Empunya Hidup ini, tapi juga kita tidak akan pernah mampu mengambil alih posisi itu.

Baca selengkapnya…

Sampaikan Sesuatu Dengan Bahasa Yang Mudah

20 Februari 2009

Mungkin (bahkan bisa dipastikan), jika saya berada disamping kawan-kawan yang sedang membaca JUDUL diatas akan segera ‘melempari’ saya dengan kulit pisang dan spontan berteriak “Huuu…!!”.
Karena saya sadar bahwa terkadang, untuk menyampaikan dengan bahasa yang MUDAH adalah SULIT. Justru bukan sebuah kelebihan karena bisa berbicara dengan bahasa “njelimet (-kusut)”. Meski sebagai pengecualian memang terdapat hal-hal tertentu yang tidak dapat dipungkiri bahwa mencoba mengerti (walau dengan bahasa yang mudah) tetap saja sulit. Jika itu yang terjadi, maka mungkin yang terbaik adalah bercermin pada ketetapan “Bahwa Kita Pernah Menjadi ‘Dulu’ Baca selengkapnya…

Barack Obama Bukan Presiden Dunia

24 Januari 2009
Bukanlah mutlak sebuah kesalahan jika memberikan sedikitnya harapan di pundak seseorang yang ‘tampaknya’ mempunyai kemampuan besar mewujudkan harapan tersebut. Tapi juga bukanlah sikap besar sebuah bangsa yang tidak sedikit kali mengaku sebagai bangsa besar jika semata-mata menempatkan porsi harapan sebesar itu pada sesuatu yang jelas-jelas bukan pengaruh utama dalam sistem yang sampai saat ini dipercaya sebagai sitem tatanan kebangsaan. Mudah saja, bangsa itu adalah kita, sekumpulan manusia cerdas yang mengaku diri bernama Indonesia. Mengapa cerdas? Mengapa kita?. Tidakkah kita sudah sedemikian cerdas sampai-sampai telah mampu ‘mendirikan’ replika parodi terhadap dirinya sendiri. Tidakkah kita sudah sedemikian hebat dengan meng-klaim diri sebagai ‘most advance democratic nation’?. Sampai disini, jawabannya adalah “ya”.

Baca selengkapnya…

Kalau Boleh Dianggap Cermin Kedua : Desain

20 Agustus 2008
Apa jadinya, jika dua cermin dihadapkan satu sama lain? Ya, tentu akan menghasilkan bayangan sebanyak “tak hingga”. Itulah harapan kita, menghadapkan cermin pertama (posting yang telah lalu) pada tulisan kali ini yang kita akan anggap sebagai cermin kedua. Supaya apa?, supaya kemudian akan mencipta imajinasi sebesar “tak hingga”, utamanya dalam perkara desain layout blog.

Lagi-lagi sebagai pengingat. Prosentase hasil survey dibawah adalah hasil survey Smashingmagazine.com -yang sayangnya saat ini, blog tersebut sedang tidak bisa diakses, entah apa sebabnya. Paralel dengan ulasan Smashing Magazine, tulisan ini juga merupakan bagian kedua dari rangkuman survei terhadap 50 technorati top blog. Maka dari itu, kembali saya ingatkan, bahwa rentetan angka-angka prosentase di bawah, sama sekali bukanlah merujuk pada garis-garis besar efisiensi layout sebuah blog. Tapi lebih kepada tinjauan statistik semata, bagaimana seorang penulis atau desainer blog (yang ‘dianggap’ popular oleh technorati) mengemas desain layout blognya.

Baca selengkapnya…

Kalau Boleh Dianggap Cermin : Desain

14 Agustus 2008
Desain BlogKarena didepan cermin, bisa jadi kita tertawa-tawa sendiri, atau jadi bersyukur akan eloknya paras kita kemudian berdoa supaya di elokkan pula hati kita, atau malah mengutuk satu jerawat yang sebenarnya tidak terlalu bermasalah :). Apa yang akan kita telaah ini hanya satu dari sekian contoh survei yang dilakukan oleh smashingmagazine.com pada tanggal 24 Juli lalu, khususnya dalam menilai desain blog-blog besar, atau blog popular saja. Beberapa hari yang lalu tulisan tersebut saya baca, kemudian ingin rasanya saya sampaikan lagi pada kawan-kawan tentu dengan kapasitas dan segala kekurangan saya. Kalau boleh mengingatkan, ini sama sekali bukan sebagai parameter mana yang benar dan salah, mana desain yang bagus atau desain yang tidak bagus. Karena jika berbicara permasalahan desain terutama pada desain blog atau situs, maka kita akan lagi-lagi terbentur dengan persoalan selera dan juga konten atau isi blog tersebut. Ada baiknya jika desain untuk blog kawan-kawan terpadu dengan tujuan lain yang sedang ingin dicapai, misalnya kemudahan kita membaca tulisan, atau variabel lain yang rasanya akan semakin terdukung dengan desain yang baik pula. Tidak seluruhnya saya bawakan, maka lagi-lagi saya ingin kawan-kawan menjadikan tulisan saya ini sebagai prioritas paling akhir dari referensi mengenai desain terbaik untuk blog kawan-kawan yang mungkin akan jauh lebih baik.

Sample yang digunakan adalah 50 blog dari “Technorati’s Top 100“. Melihat bagaimana pengambilan sample yang dilakukan oleh smashingmagazine.com ini, kita kemudian akan semakin menyadari bahwa hasil survei yang dilakukan tidaklah selalu berarti yang terbaik. Untuk itulah kenapa saya beri judul, “Kalau Boleh Dianggap Cermin : Desain”. Silahkan disikapi saja dengan apa yang terlintas, tapi lagi-lagi harus ditanamkan sejak awal, bahwa ini bukan berarti adalah desain terbaik, semuanya kembali pada kita masing-masing. Karena tidak sedikit saya mendengar beberapa kawan-kawan yang sudah “kadung nya’ah”, “kadung tresno”, “jatuh cinta”, katanya, pada templates yang sedang digunakan. Jika masih ingat dengan kuis televisi asal luar negeri “Family Feud” yang pernah diadaptasi di Indonesia, maka mungkin bisa ambil tulisan ini sebagai ‘kesenangan’ semacam itu saja.

Untuk yang menggunakan Blogger atau Blogspot, tentu mudah jika ingin sekedar ‘mencomot’ satu atau dua poin yang Blog-blog ini gunakan. Untuk yang menggunakan WordPress (.com), mungkin ini bisa dijadikan bahan pertimbangan dalam memilih-milih template yang akan digunakan, dari templates yang sudah disediakan.

1. Layout
Berbicara tentang desain blog atau situs sekalipun, maka tidak akan terlepas jauh dari bagaimana kita mengelola layout atau tata letak, yang jika kawan-kawan menggunakan Blogger atau WordPress(.Org) sebagai mesin blog, maka akan mudah kita melakukan modifikasi. Apakah menggunakan 2 kolom atau 3 kolom-lebih? Apakah diletakkan ditengah atau rapat kiri? Menggunakan fixed-layout atau mungkin fluid-layout?.

1.1. Jumlah kolom yang digunakan dalam templates.Layout 3 Kolom
Jika bicara berapa banyak kolom yang digunakan, maka akan kembali pada permasalahan filosofis, atau masalah ‘selera’ yang saya sebut diatas tadi. Jadi mungkin, berapa banyak jumlah kolom akan sangat bergantung dengan bagaimana isi dan apa saja yang ingin disajikan. Penggunaan layout dengan desain 2 kolom, dari hasil pengalaman sendiri akan memberi kontribusi konsentrasi yang besar terhadap isi posting itu sendiri, bukan pada “pernak-pernik” yang disematkan pada sidebar. Tapi sebaliknya, juga terkadang menyulitkan jika memang “pernak-pernik” itu sangat dibutuhkan.

  • 58% menggunakan layout 3 kolom atau lebih
    (TalkingPointsMemo, CopyBlogger, Mashable, Lifehacker),
  • 42% menggunakan layout 2 kolom
    (Zen Habits, GigaOM, Google Blog, Seth Godin, Boing Boing).

1.2. Margin atau jarak tepi. Ditengah atau Rapat-Kiri ?
Karena semakin banyak pengguna internet yang menggunakan resolusi tinggi untuk komputernya, maka memposisikan kolom-kolom layout yang seimbang antara margin atau jarak tepi kanan dan kiri menjadi pilihan yang lebih sering digunakan.

  • 94% dari blog-blog ini menggunakan centered-layout.

1.3. Fixed atau Fluid (elastis/flexibel)
Mungkin ini yang cukup aneh khususnya untuk saya, karena ternyata dominasi fixed layout cukup tinggi, dibanding layout yang elastis atau mengikuti lebar browser yang digunakan.

  • 92% blog menggunakan fixed-layout,
  • 8% menggunakan fluid layout atau paduan antara fixed-layout dengan elemen halaman fluid-layout.
    (Engadget, Smashing Magazine, Gigazine, Coorks dan Liars).

1.4. Lebar layout (fixed)
Jika memang layout tidak flexibel lebih banyak digunakan, maka selebar apa yang digunakan blog-blog ini. Jelas ini adalah sebuah pertimbangan yang harus dipikirkan baik-baik. Memang benar, bahwasannya penggunaan layar monitor ber-resolusi tinggi sudah kian banyak digunakan. Tapi sampai sebesar apa?

  • 56% berlebar 951 – 1000px
    (ars technica, Lifehacker, TechCrunch, ProBlogger, A List Apart, TMZ, Wired, GigaOM, Joystiq, Zenhabis, Copyblogger, Consumerist, Slashfilm),
  • 20% berlebar 901 – 950px
    (Huffington Post, BoingBoing, TreeHugger, Dooce, Blogoscoped, SearchEngineLand),
  • 15% berlebar 801 – 900px
    (Neatorama, Kottke, DailyKos, Perezhilton, TUAW, Yanko Design, Scobleizer),
  • 9% berlebar ≤ 800px
    (PostSecret, Seth Godin, Google Blog, BeppeGrillo.it).

1.5. Perbandingan luas area ISI posting dengan lebar keseluruhan. (fixed-layout)
Perbandingan Margin pada Desain BlogSeberapa banyak lahan yang kita gunakan untuk isi posting atau isi utama blog kita?. Tentu secara kasar, kita akan menjawab tentu isi posting harus lebih di dominasikan ketimbang yang lainnya, misalnya sidebar. Kita ambil sebuah contoh blog yang terlihat pada gambar disamping kanan ini. Boingboing.net menggunakan 550px dari keseluruhan lebar layout 870px. Ini berarti prosentase isi terhadap lebar layout, perbandingan antara isi posting dengan sisanya adalah sampai dengan 63%. Memang akan agak aneh sekaligus mengganggu jika memaksakan kombinasi terbalik. Salah-salah malah mungkin pembaca tidak sanggup mengerti dimana letak isi yang sebenarnya. Atau jika memang ingin melakukan kombinasi, maka ada baiknya tetap ada satu posting yang lebih ditonjolkan dari isi lain. Mengabaikan kenyamanan pembaca (-dalam hal desain), tentu juga akan juga serta merta menurunkan nilai estetikanya.

  • 96% menghabiskan lebih dari setengah (50%) lebar keseluruhan untuk isi posting.

    (kecuali: CopyBlogger (48%), SlashFilm (48%),

  • 54% menghabiskan 50 – 60% lebar layout untuk isi posting.
    (Mashable, Lifehacker, Kottke, Blogoscoped, A List Apart, BoingBoing, DailyKos, TreeHugger, Scobleizer, Problogger, TUAW, bits.blogs.nytimes.com)
  • 46% menghabiskan 60 – 70% lebar layout untuk isi posting.
    (ars technica, TechCrunch, GigaOM, Dooce, Zenhabits, CNN Political Ticker, CrunchGear)
  • maka nilai rata-ratanya adalah 58% dari keseluruhan lebar layout dipergunakan untuk isi posting oleh blog-blog ini.

2. Tipografi
Setelah layout, kita akan beranjak pada sudut pandang tipografi sebuah desain blog. Sebuah sudut pandang memilih dan menata huruf dengan pengaturan penyebarannya pada keseluruhan ruang layout, sehingga menciptakan kesan tertentu yang membantu menolong pembaca tentu masih dalam kerangka kenyamanan pembacaan.

2.1. Pengaturan kombinasi tema warna
Apakah “hitam diatas putih”, ataukah sebaliknya. Sebagai analisis tambahan, pernah mybloop.com menggunakan layout berlatar gelap. Pada suatu waktu, saya yang juga ikut ‘numpang’ file disana “dihadiahi” layout baru dari mybloop. Penjelasan mereka, “Supaya tampak lebih profesional, dibanding dengan latar gelap (hitam)”. Entah sejauh mana kebenaran pendapat itu, tapi terlihat juga dari yang terjadi pada blog-blog yang sedang kita amati ini.

  • 98% dari top-blog ini menggunakan teks gelap diatas latar putih atau terang.

Hanya postsecret.blogspot.com yang menggunakan kombinasi sebaliknya. Tapi lagi-lagi saya katakan, itu tidak berpengaruh meninjau topik yang dibawakan oleh postsecret juga saling bersesuaian dengan kombinasi wana seperti ini.

2.2. Banyaknya karakter huruf per-baris.
Untuk menjaminkan kenyamanan pembacaan, tentu banyaknya karakter dalam satu baris pada posting, juga cukup penting jika diperhatikan. Tentu kenikmatan membaca tulisan dengan jumlah karakter (termasuk spasi, titik, koma, dan sebagainya) yang terlalu banyak dalam satu barisnya, akan lebih merepotkan dibanding dengan yang lebih sedikit. Tapi terlalu pendek, juga akan menyebabkan tulisan terus terlalu ‘menjulur’ ke bawah, yang bisa jadi akan membuat pembacaan menjadi lebih merepotkan.

Dalam melakukan penghitungan jumlah karakter, smashing magazine menggunakan seting standar browser yang disertakan pada style-sheet masing-masing blog. Dan hasil yang didapat adalah sebagai berikut.

  • 10% menggunakan 65-74 karakter per-baris
    (PostSecret, Beppegrillo, Perez Hilton, Scobleizer, Blogoscoped),
  • 18% menggunakan 75-84 karakter per-baris
    (Dooce, Blogs.nytimes.com, Joystiq, CopyBlogger, TUAW, Slashfilm),
  • 34% menggunakan 85-94 karakter per-baris
    (Lifehacker, Huffington Post, Kottke, ars Technica, Huffington Post, BoingBoing, Seth Godin, Treehugger, Problogger),
  • 18% menggunakan 95-104 karakter per-baris
    (Mashable, ReadWriteWeb, Smashing Magazine, Google Blog, A List Apart, Search Engine Land),
  • 16% menggunakan lebih dari 105 karakter per-baris
    (Engadget, TechCrunch, GigaOM, Wired, TMZ).

Dan yang cukup menarik. Tidak satupun blog-blog tersebut menggunakan justified text-alignment (seperti blog saya ini :p ), 100% blog menggunakan left text-alignment atau teks rapat kiri.

2.3. Font pada body-text dan ukurannya
Keterbatasan font standar terutama ketika sebuah tulisan harus online, juga akan membuat pilihan pemakaian font akan cukup sempit. Bagaimana dengan top 50 kita ini?.

  • 34% menggunakan Verdana (sans-serif) untuk body-text
    (A List Apart, Kottke, TUAW, CopyBlogger, Dooce, ars technica, TechCrunch, Smashing Magazine),
  • 24% menggunakan Lucida Grande (sans-serif, included with Mac OS X)
    (Zenhabits, Mashable, Lifehacker, CrunchGear, Thinkprogress),
  • 18% menggunakan Arial (sans-serif)
    (ReadWriteWeb, Engadget, Google Blog, CNN Political Ticker),
  • 14% menggunakan Georgia (serif)
    (Scobleizer, GigaOM, Wired, BoingBoing, Huffington Post),
  • 6% menggunakan Trebuchet MS (sans-serif)
    (Andrew Sullivan, Seth Godin, Postsecret),
  • Helvetica Neue (ProBlogger) dan Times New Roman (TPM) hanya digunakan oleh kedua blog ini.

Sedang untuk ukuran (bila menggunakan satuan ‘em’ maka dikonversi kemudian dibulatkan).

  • 34% blog menggunakan 12px
    (SearchEngineLand, TUAW, Mashable, ars technica, Engadget, Smashing, DoshDosh, TreeHugger),
  • 30% blog menggunakan 13px
    (Consumerist, CopyBlogger, Zenhabits, Valleywag, Lifehacker, Huffington Post, BoingBoing, Seth Godin, Google Blog),
  • 14% blog menggunakan 14px
    (TPM, GigaOM, Wired, ReadWriteWeb, Gigazine, ProBlogger),
  • 12% blog menggunakan 11px
    (A List Apart, Kottke, Neatorama, Dooce, TechCrunch, Dailykos),
  • 4% blog menggunakan 15px
    (Scobleizer),
  • sisanya menggunakan ukuran 10px, 16px dan 17px.

2.4. Font pada Headline-text atau Judul Posting dan ukurannya
Terakhir akan kita tinjau ukuran dan font apa yang banyak digunakan oleh blog-blog top ini untuk menghias judul tulisan di blog mereka.

  • 30% blog menggunakan Arial (sans-serif)
    (CNN Political Ticker, Scobleizer, TPM, Crooksandlliars, Joystiq, Dooce, PerezHilton, ReadWriteWeb, Engadget, Google Blog, TreeHugger),
  • 22% menggunakan Georgia (serif)
    (A List Apart, Andrew Sullivan, Blogs.nytimes.com, GigaOM, Wired, Huffington Post, BoingBoing),
  • 8% menggunakan Lucida Grande (sans-serif)
    (Tuaw, ThinkProgress, Lifehacker, Crunchgear),
  • 8% menggunakan Helvetica (sans-serif)
    (Zenhabits, Mashable, ars technica, Smashing Magazine),
  • 6% menggunakan Verdana (sans-serif)
    (Blogoscoped, Neatorama, DailyKos),
  • 6% menggunakan Trebuchet MS (sans-serif)
    (Slashfilm, Postsecret, Seth Godin),
  • 4% menggunakan Helvetica Neue (sans-serif)
    (CopyBlogger, ProBlogger),
  • Sisanya adalah Calibri (SearchEngineLand), American Typewriter (Valleywag), Lucida Sans Unicode, Franklin Gothic Medium, Tahoma (TechCrunch) dan tanpa headline sama sekali (Kottke) yang digunakan masing-masing untuk satu blog saja.

Untuk ukuran yang dipakai adalah sebagai berikut :

  • 24% menggunakan 20-22px
    (BoingBoing, PerezHilton, Blogoscoped, Google Blog, TechCrunch, ReadWriteWeb),
  • 22% menggunakan 23-25px
    (CopyBlogger, ProBlogger, Lifehacker, Mashable),
  • 22% menggunakan 17-19px
    (Tuaw, Scobleizer, TreeHugger, A List Apart, Gizmodo),
  • 16% menggunakan 14-16px
    (YankoDesign, Dailykos, ars technica, Seth Godin),
  • 6% menggunakan 26-29px
    (Engadget, GigaOM, Wired, Dooce),
  • 0% menggunakan 10-13px untuk judulnya.

Ya, seperti itulah yang bisa tersampaikan oleh saya. Sekiranya kawan-kawan ingin sekedar bercermin, dipersilahkan bagi yang ingin. Atau jika setelah membaca kemudian lelah, silahkan istirahat sejenak pejamkan mata 2 menit, lalu lanjutkan perjalanan aktifitas kawan-kawan. :)

Pagerank Update : Ada yang salah kali ini

1 Agustus 2008

Jelas.. Ada yang salah pada update -pemutakhiran Pagerank dari google kali ini. Terlambat memang, tapi inilah yang terjadi ketika saya baru menyadari bahwa Google telah mengganjar Blog ini dengan Pagerank yang oleh saya disebut dengan satuan intuitif ala organik dari Google.com. Satu dari sekian Search Engine yang tersedia di jagad raya maya ini. Pagerank 3. Ya begitulah. Sekilas ini nampak seperti biasa saja. Ya jika bagi kawan-kawan. Tapi tidak bagi saya.

Kenapa? karena sayalah yang sampai saat ini sadar betul bahwa penulisan blog disini tidak pernah melampaui konsentrasi saya di Blog saya di Blogspot. Inilah sebab saya melemparkan persangkaan seperti yang tertera di judul diatas. Saya tahu bahwa inilah kelebihan wordpress saya kira.

Berbagai tweak, dari excerpt sampai edit permalink disediakan. Tapi sekiranya itu saja yang menjadi bahan perkiraan google, saya kira ke”organik”an google akan semakin saya pertanyakan. Algoritma yang dibuatnya terasa kurang “manusiawi untuk saya.

Jumlah posting. Jelas jauh berbeda. Sejak posting pertama di blog saya di blogspot yang berjudul “Mulanya ini adalah..” sampai posting terakhir sesaat sebelum Google melakukan update terakhirnya yaitu “Kode Beta Ping.fm” terhitung sudah 46 posting yang berhasil terangkat. Hanya memang entah dari sekian, hanya berapa yang terindeks google.

Sebuah proses yang nilainya tidak bisa dibandingkan dengan angka skala 1 sampai 10 (baca : Google Pagerank)

Berikut Screenshot yang saya maksudkan :

Pagerank WordPress
Pagerank WordPress
Pagerank Blogspot
Pagerank Blogspot

Untuk saya.. ini menyedihkan. Maaf untuk sedikit mementingkan kepentingan pribadi. Tapi jika dari kawan-kawan ada sedikit kurang setuju dengan pendapat saya, saya mohon maaf, tapi saya tak mampu menahan ke-anomali-an google pagerank update kali ini.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.